Rabu, 16 Maret 2011

Pertumbuhan Investasi di Indonesia

1. Pendahuluan 
Saat ini para pengusaha maupun pebisnis-pebisnis lainnya semakin marak untuk berinventasi. Investasi (penanaman modal) itu sebagai simpanan untuk masa depan dan mendapatkan keuntungan. Investasi dapat berupa tanah, rumah, perkebunan, emas, dan lain-lain. Selain dapat menambah penghasilan seseorang, investasi juga membawa risiko keuangan jika investasi tersebut gagal. Kegagalan investasi disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah faktor keamanan (baik dari bencana alam atau diakibatkan faktor manusia), atau ketertiban hukum.
Nilai investasi di Indonesia sepanjang tahun 2008 baik investasi asing maupun dalam negeri tumbuh 15,5%, meskipun tengah terjadi krisis ekonomi global yang melanda dunia. Hal ini dikatakan oleh Kepala BKPM M. Luthfi ketika ditemui di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Senin (12/1/2009).        
“Tahun 2008 investasi di Indonesia kira-kira rumbuh 15,5% dibanding tahun 2007,” ujarnya.  Luthfi mengatakan dengan pertumbuhan sebesar 15,5% tersebut, maka pada tahun 2008 nilai Investasi di Indonesia tertinggi di kawasan Asia Tenggara.
“Ya benar, nilai investasi kita memang yang tertinggi di Asia Tenggara, dijumlah US$ 17 miliar, itu 2008. Sedangkan Singapura hanya US$ 12 miliar,” tandasnya.
Mengenai proyeksi investasi di 2009, Luthfi mengatakan, menurut perhitungan BKPM nilai investasi masih bisa bertumbuh double digit meski pertumbuhannya tidak setinggi di 2008, apalagi pemerintah juga memberikan stimulus fiskal untuk mendorong perekonomian.
“Saya bilang begini, ada 3 sektor utama yaitu energi infrastruktur, manufaktur, bisa pangan dan non pangan, kalau dengan kemudahan yang diberikan lewat stimulus fiskal, hitung-hitungan kami bisa tumbuh double digit meski tidak setinggi 2008 ini. Jadi mungkin tumbuh double digit sekitar 10-11%, dengan berbagai insentif, stimulus dan kemudahan yang kita berikan, mudah-mudahan itu bisa mendapatkan nilai investasi yang lebih baik,” tuturnya. Menurutnya yang terpenting adalah pemerintah selain memberikan stimulus juga bisa menciptakan iklim investasi yang baik serta kepastian hukum.
“Tapi yang paling penting saat ini adalah komitmen pemerintah setidaknya untuk menjadikan negara ini penghasil barang setengah jadi, dengan adanya komitmen itu diharapkan komitmen itu bisa jalan lebih cepat,” tukasnya
Berikut adalah pembahasan tentang investasi (penanaman modal) dan pengertian dari PMDN dan PMA.

Pengertian Pasar Modal
Pada dasarnya pasar modal mirip dengan pasar-pasar lain. Untuk setiap pembeli yang berhasil, selalu harus ada penjual yang berhasil. Jika orang yang ingin membeli jumlahnya lebih banyak daripada yang ingin menjual, harga akan menjadi lebih tinggi bila tidak ada seorang pun yang membeli dan banyak yang mau menjual, harga akan jatuh.

Mungkin yang membedakan dengan pasar-pasar lain adalah mengenai komoditi yang diperdagangkan. Pasar modal dapat dikatakan pasar abstrak, dimana yang diperjualbelikan adalah dana-dana jangka panjang, yaitu dana yang keterikatannya dalam investasi lebih dari satu tahun.

Manfaat Pasar Modal
  • Memberikan wahan investasi bagi investor sekaligus memungkinkan upaya diversifikasi.
  • Menyediakan sumber pendanaan bagi dunia usaha dan alokasinya secara optimal.
  • Menyediakan indikator utama bagi tren ekonomi negara.
  • Alternatif investasi yang memberikan potensi keuntungan dengan resiko yang bisa diperhitungkan.

Pengertian Investasi
Investasi adalah menanamkan tabungan dalam bentuk aset dengan harapan memperoleh hasil di masa yang akan datang. Aset tersebut pada umumnya berbentuk aset finansial, walaupun masih tersedia pilihan dalam aset riil seperti logam mulia, emas, persawahan, perkebunan, pabrik dan atau real estate. Aset finansial adalah surat-surat berharga yang merupakan klaim atas hasil aset riil.

3 elemen utama dari lingkungan investasi :
  1. Sekuritas (aset finansial)
Istilah sekuritas akan dipakai untuk merujuk pada bukti legal dari hak untuk menerima keuntungan di masa depan denga  kondisi tertentu. Ada empat jenis sekuritas dari hasil investasi tahunan : saham, obligasi, surat hutang Departemen Keuangan dan perubahan index harga konsumen.

  1. Pasar Sekuritas
Adalah mekanisme yang diciptakan untuk memberi fasilitas perdagangan aset finansial.

  1. Perantara Keuangan
Perantara keuangan yang juga dikenal sebagai lembaga keuangan, adalah organisasi yang menerbitkan klaim finansial terhadap diri mereka sendiri dan menggunakan dana dari penerbitan terutama untuk membeli aset keuangan pihak lain.

Ekonomi Indonesia di Mata Investor Asing
Investor akan tertarik menanam uang kalau suatu negara setidak-tidaknya memiliki pemerintahan yang stabil, hukum, peraturan yang jelas, serta kondisi ekonomi dan  moneter yang dapat mengakomodasikan kemajuan dunia usaha. Tingkat bunga suatu negara serta perubahan nilai tukar mata uang terhadap dolar di negeri tersebut akan menjadi dasar perhitungan investasi penanaman modal asing. Risiko nilai tukar dan risiko politik merupakan faktor untuk menanam auang di bursa sebuah negeri.

Investor asing tertarik menanam uangnya di bursa Indonesia sejak 1989 karena penilaian mereka terhadap kondisi politik, ekonomi, dan moneter mendukung tujuan utama mereka berinvestasi, yaitu mendapatkan keuntungan. Risiko nilai tukar cukup berat karena rupiah senantiasa terdepresiasi terhadap dolar dan risiko politik dinilai cukup stabil karena Presiden Soeharto masih dianggap sebagai ’orang kuat’ yang paling mampu menstabilkan kondisi ekonomi dan poitik di Indonesia untuk jangka waktu menengah.

Pertumbuhan Pesat
Awal April 1997, Bank Dunia menerbitkan sebuah buku yang berjdul World Development Indicators (WDI) 1997 yang antara lain berisikan table mengenai 10 negara yang berkembang dengan pesat (the emerging giants). Negara-negara tersebut adalah Cina, Brazil, Indonesia, Rusia, India, Meksiko, Argentina, Turki, dan Pakistan. Negara-negara tersebut menurut Bank Dunia telah mengalami pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat dan terbuka kemungkinan untuk menjadi negara maju di dunia dalam waktu dekat. Berdasarkan data sampai tahun 1995, Indonesia berada di urutan keempat dari 10 ‘raksasa yang sedang berkembang’. Pertumbuhan GDP antar athun 1980 dan 1990 sebesar rata-rata 6,1% sedangkan antara 1990 dan 1995 sebesar rata-rata 7,6%.

Kebanyakan lembaga studi asing juga melihat kondisi ekonomi Indonesia tumbuh cukup pesat sampai 1998. Kondisi moneter yang tetap siap menekan inflasi dan permintaan domestik. Menurut laporan keuangan J.P. Morgan, yang dikeluarkan 3 Januari 1997, tingkat pertumbuhan konsumsi dan investasi yang melambat membantu usaha penurunan pertumbuhan impor. Pada sembilan bulan pertama tahun 1996, surplus perdagangan lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya. Diperkirakan pertumbuhan output cukupmantap, mengurangi risiko overheating dan terdapat perbaikan dalam neraca luar negeri dua tahun mendatang.

Sementara itu ekspor selama 1996 ditandai dengan melemahnya ekspor produk elektronik. Selama ini elektronik menyumbang 12% dari total ekspor Indonesia, sedangkan diversifikasi ekspor masih pada skala yang paling kecil dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi pergeseran perekonomian hingga beralih ke manufaktur, yang saat ini besarnya setengah dari komitmen Penanaman Modal Asing (PMA). Perluasan ke produk manufaktur akan mengurangi kontribusi ekspor tradisional, seperti plywood dan tekstil.

Lembaga ini memperkirakan, pengembangan ekspor tersebut akan membuat ekonomi lebih tahan terhadap gejolak harga komoditi dibanding pada masa lalu. Tetapi kunci proses melanjutkan pengembangan ekspor tersebut di masa mendatang adalah komitmen dan tindakan untuk lebih banyak melakukan reformasi perdagangan. Sedang dalam kebijakan nilai tukar yang lebih besar, pada kenyataannya, telah diberikan respon yang bagus menuju pergeseran struktural.

Liberalisasi investasi asing pada 1994 telah meningkatkan jumlah modal, baik PMA maupun impor modal lainnya. Retensi depresiasi sebesar 5% dolar AS terhadap nilai rupiah hanya akan memperbesar impor dan likuiditas domestik. Nilai tukar rupiah turun 0,6% terhadap dolar AS sejak Maret 1996.

Sementara itu, spread suku bunga terhadap dolar AS terus mengecil, saat ini tanda-tanda untuk mengurangi tekanan overheating  telah memudahkan suku bunga dalam negeri untuk menyesuaikan diri. Melemahnya pergeseran telah merefleksikan penurunan 50 basis poin pada suku bunga SBPU. Memperbaiki kondisi ekonomi dan menaikan likuiditas akan memperluas trend dalam melewati dua tahun yang akan datang.

Pada tahun 2010, pertumbuhan investasi pada triwulan II menunjukan angka yang menggembirakan. Tak cuma berasal dari investasi domestik, dari luar negeri juga berdatangan. Itu sebabnya pemerintah berani melansir pertumbuhan investasi pada level lebih dari 40 persen.

Bandingkan dengan investasi pada triwulan I. Saat itu, nilai investasi yang tercatat 42,1 triliun rupiah dengan pertumbuhan 24,56 persen. Pertumbuhan investasi triwulan I lebih didorong oleh Penanaman Modal Asing (PMA). Realisasi PMA pada triwulan I tercatat sebesar 3,8 miliar dollar AS atau 35,4 triliun rupiah, sementara Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) 6,7 triliun rupiah. “Triwulan I memang lebih didorong oleh PMA karena PMDN turun. Namun pada triwulan II PMA dan PMDN tumbuh positif sehingga pertumbuhan investasi lebih dari 40 persen,” jelas Gita. Diungkapkan Gita, beberapa investor asing sudah merelokasi industri mereka ke Indonesia. “Alas kaki, elektronik, dan beberapa industri lain sudah mulai merelokasi industri. Semangat dan kepercayaan dari investor luar negeri terhadap iklim investasi di Indonesia sudah membaik,” kata dia. Dengan begitu, lanjut Gita, pertumbuhan investasi pada 2010 sangat mungkin berada di atas target pemerintah. “Target pemerintah kan hanya 15 persen. Jadi pencapaian sampai triwulan II baguslah, membawa udara segar,” ujar dia.

Anggota Komisi VI DPR-RI Hendrawan Supratikno meminta peningkatan daya saing menjadi fokus utama pemerintah dengan mengurangi biaya ekonomi tinggi. Daya saing perusahaan di tingkat korporasi biasanya cukup bagus, namun pada level industri mengalami penurunan karena tidak didukung sumber energi yang memadai dan tidak terintegrasi dari hulu ke hilir.

“Apalagi di level nasional, daya saing sulit terwujud karena lemahnya koordinasi antar-instasi di pemerintahan dan lembaga,” tegas Hendrawan. Ia mencontohkan Indonesia memiliki kebun sawit yang luas, kebun kakao, penghasil rumput laut, namun industri masing- masing subsektor tersebut tidak memadai.

“Pengusaha tekstil sering kali mengeluh karena tekstil dan produk tekstil bisa dengan mudah dan harga murah masuk ke Indonesia,” kata Hendrawan. Wakil Ketua Umum Bidang Investasi dan Perhubungan Kadin Chris Kanter mengatakan dunia usaha selalu sejalan dengan kebijakan pemerintah.

“Jika pemerintah berpihak pada dunia usaha, jangankan untuk daya saing, tingkat pertumbuhan ekonomi nasional pun akan cepat terdongkrak,” tegasnya. Sebaliknya, jika tidak ada keberpihakan, tentu dapat berdampak pada peningkatan angka penangguran selain melonjaknya harga produksi karena naiknya beban operasi perusahaan.

“Untuk pasar ekspor dipastikan tidak kompetitif. Sedangkan untuk dijual pada pasar dalam negeri sangat tergantung daya beli masyarakat,” tegas Chris. Ia mengakui mengapa produk seperti dari China bisa dijual dengan harga murah. Industri di dalam negeri mereka mendapat kemudahan seperti bunga rendah, fasilitas ekspor, dan infrastruktur yang memadai. “Kalau berbagai fasilitas itu setara dengan yang diperoleh industri dalam negeri, pasti produk Indonesia bisa bersaing,” katanya. Ekonom Danareksa Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan angka pertumbuhan investasi yang dirilis BKPM belum tentu menunjukkan pertumbuhan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

“Kalau pertumbuhan investasi disebutkan 40 persen, belum tentu PMTB juga tumbuh 40 persen,” ujar dia. Akan tetapi, lanjut Yudhi, pertumbuhan investasi yang di atas 40 persen menggambarkan pertumbuhan PMTB yang lebih baik.

“Pada triwulan I pertumbuhan investasi sekitar 24 persen dan PMTB tumbuh sekitar tujuh persen. Jadi kalau pertumbuhan investasi triwulan II di atas 40 persen, maka bisa jadi pertumbuhan PMTB mencapai dua digit,” papar dia. Peningkatan investasi, tambah Yudhi, didukung dengan kondisi ekonomi domestik yang terjaga.
PMDN dan PMA
PENANAMAN MODAL DALAM NEGERI (PMDN)
UU Nomor 6 Tahun 1968 Jo
UU Nomor 12 Tahun 1970
Pengertiannya :
Pasal 2 :
Yang dimaksud dalam undang - undang ini dengan "Penanaman Modal Dalam Negeri" ialah Penggunaan dari pada kekayaan seperti tersebut dalam Pasal 1, baik secara langsung atau tidak langsung untuk menjalankan usaha menurut atau berdasarkan ketentuan UU ini.
PENANAMAN MODAL ASING (PMA)
UU Nomor 1 Tahun 1967 Jo
UU Nomor 11 Tahun 1970
Pengertiannya :
Pasal 1 :
Penanaman modal asing di dalam undang - undang ini hanyalah Penanaman modal asing secara langsung yang dilakukan menurut atau berdasarkan ketentuan - ketentuan undang - undang di Indonesia, dalam arti bahwa pemilik modal secara langsung menanggung resiko dari penanaman modal tersebut.
Pengusaha dalam negeri dan pemerintah bersepakat untuk meningkatkan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN) hingga 10 kali lipat dari periode 2009-2014, yaitu dari US$ 3 miliar menjadi US$ 20-30 miliar.
“Bukan hanya di dalam kepentingan bagaimana mengundang investasi dari luar masuk besar-besaran dan dorong industri dalam negeri yang targetnya US$ 3 miliar sampai 2014 diharapkan sampai US$ 20-30 miliar itu kita bahas dan sepakati, sama-sama mendorong,” kata Wakil Ketua Kadin Bidang Investasi Chris Kanter saat ditemui usai acara Kadin Business Support Desk briefing, Jakarta, Senin (7/12/2009).
Chris menjelaskan salah satu instrumen yang akan mendorong target tersebut adalah upaya revisi ketentuan daftar negatif investasi (DNI) yang saat ini sedang dibahas pemerintah dengan pengusaha. Revisi DNI ini nantinya bukan hanya mendongkrak investasi dari luar namun juga bisa meningkatkan investasi dalam negeri (PMDN).
“Kita sepakati di dalam revisi akan bahas dengan sektor-sektor, akan dilakukan secara komperhensif,” jelasnya. Ia menambahkan kemungkian hasil revisi dari DNI akan keluar dalam waktu dekat meskipun pemerintah dan pengusaha tidak berani menargetkannya. Seperti diketahui revisi DNI sudah bergulir sejak sebelum pemilu, namun pada saat pemilu mengalami penundaan.
Tidak ada target, tapi targetnya mencapai dua hal yaitu mengundang sebesar-besarnya investasi asing dan menumbuhkan industri dalam negeri agar bisa tumbuh pesat. Seperti diketahui realisasi investasi PMDN sepanjang Januari-Oktober 2009 mencapai Rp 32,47 triliun atau naik 104,5% sedangkan total investasi luar negeri atau asing (PMA) mencapai US$ 89,28 miliar atau mengalami penurunan 28,8% dari periode yang sama pada tahun 2008 lalu.
Empat tahun terakhir kondisi komponen investasi kecenderungannya mengalami kondisi yang relatif tidak stabil. Pertumbuhan tertinggi investasi terjadi pada tahun 2004 yakni 14.1 persen. Namun setelah itu mengalami kemerosotan yang hanya mencapai 10,89 persen pada tahun 2005, kemudian 2,54 persen pada tahun 2006 dan hanya 9,15 pada tahun 2007. Padahal, untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan dan mampu memberikan dampak multiplier yang besar dalam kerangka penurunan angka kemiskinan dan pengangguran, komponen investasi harus memiliki peranan pertumbuhan yang sangat berarti sebagai komponen yang sangat berpengaruh.
Sebaiknya pemerintah menggenjot pertumbuhan investasi hingga 10 persen pada 2011 sehingga bisa memenuhi target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,3 persen. Pertumbuhan investasi diperlukan guna memenuhi target pertumbuhan ekonomi 6 hingga 6,3 persen sesuai rencana pembangunan jangka menengah nasional 2010. "Semua hal-hal yang strategis untuk Indonesia yang akan asing dibatasi," katanya.Gita menambahkan, revisi DNI akan membantu para investor untuk menciptakan iklim usaha kondusif dan menghindari ketidakpastian

Referensi :
- Panji Anoraga dan Piji Pakarti, "Pengantar Pasar Modal" (buku Univ.Gunadarma)
- E.A Koesin, "Pasar Modal Indonesia" (buku Univ.Gunadarma) 
-  http://www.inhu.go.id/info_pm02.php
- http://www.medantalk.com/pertumbuhan-investasi-asing-tahun-2008-mencapai-155/

Anggota kelompok :
- Dini Triana (22210079) 
- Riyani Puspa Pembayun (26210085) 
- Fitri Sabrina (22210840)
- Rachmi Putri  Lestari (25210508) 



Selasa, 15 Maret 2011

Ekonomi Sumber Daya Alam


Pendahuluan

Sumber daya alam seperti air, udara, lahan, minyak, ikan hutan, dan lain-lain merupakan sumber daya yang esensial bagi kelangsungan hidup manusia. Hilangnya atau berkurangnya ketersediaan sumner daya tersebut akan berdampak sangat besar bagi kelangsungan hidup umat manusia di muka bumi ini. Pengelolaan sumber daya alam yang baik akan meningkatkan kesejahteraan umat manusia, dan sebaliknya pengelolaan sumber daya alam yang tidak baik akan berdampak buruk bagi umat manusia. Oleh karena itu, persoalan mendasar sehubungan dengan pengelolaan sumber daya alam adalah bagaimana mengelola sumber daya tersebut agar mengasilkan manfaat yang sebesar-besarnya bagi manusia dengan tidak mengorbankan kelestarian sumber daya alam itu sendiri.

Isi
Ilmu ekonomi didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari bagaimana manusia mengalokasikan sumber daya yang langka. Ilmu ekonomi sumber daya alam dapat didefinisikan sebagai ilmu yang mempelajari pengalokasian sumber daya alam seperti air, lahan, ikan, hutan. Mendefinisikan sumber daya antara lain sebagai:
Dalam pengertian umum, sumber daya didefinisikan sebagai sesuatu yang dipandang memiliki nilai ekonomi. Dapat juga dikatakan bahwa sumber daya adalah komponen dari ekosistem yang menyediakan barang dan jasa yang bermanfaat bagi kebutuhan manusia.
Sumber daya diperlukan bukan karena dirinya sendiri, melainkan diperlukan sebagai sarana untuk mencapai tujuan. Sumber daya juga dapat menghasilkan utilitas tanpa melalui proses produksi.
Pengertian sumber daya pada dasarnya mencakup aspek yang jauh lebih luas. Dalam literature sering dinyatakan bahwa sumber daya memiliki nilai intrinsic. Nilai intrinsic adalah nilai yang terkandung dalam sumber daya, terlepas apakah sumber daya tersebut dikonsumsi atau tidak, atau lebih ekstrem lagi. Dalam ilmu ekonomi konvensional, nilai intrinsic ini sering diabaikan sehingga menggunakan alat ekonomi konvensional semata untuk memahami pengelolaan sumber daya sering tidak mengenai sasaran yang tepat.

Dalam memahami sumber daya alam, ada dua pandangan yang umumnya digunakan. Pertama adalah pandangan konservatif atau sering disebut juga pandangan pesimis atau perspektif Malthusian. Pandangan kedua adalah pandangan eksplotatif atau sering juga disebut sebagai perspektif Ricardian.

Secara umum sumber daya alam dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok. Pertama adalah sebagai kelompok stok. Sumber daya ini dianggap memiliki cadangan yang terbatas sehingga eksploitasi terhadap sumber daya tersebut akan menghabiskan cadangan sumber daya. Kelompok kedua adalah sumber daya alam yang disebut yang disebut flows (alur). Pada jenis sumber daya ini jumlah kuantitas fisik dari sumber berubah sepanjang waktu.

Beberapa konsep pengukuran ketersedian yang digunakan antara lain :
Adalah konsep pengukuran deposit yang belum diketahui namun diharapkan ditemukan pada masa mendatang berdasarkan survey yang dilakukan saat ini. Pengukuran sumber daya ini biasanya dilakukan dengan mengeksploitasi laju pertumbuhan produksi dan cadangan terbukti pada periode sebelumnya.
Konsep pengukuran ini digunakan untuk mengukur deposit yang mungkin ditemukan pada daerah yang sedikit atau belum dieksplorasi.
Adalah deposit yang sudah diketahui atau ditemukan namun dengan kondisi harga output dan teknologi yang ada saat ini belum bisa dimanfaatkan secara ekonomis.
Adalah sumber daya alam yang sudah diketahui dan secara ekonomis dapat dimanfaatkan dengan teknologi, harga, dan permintaan yang ada saat ini.
Untuk jenis sumber daya dapat diperbaharui ada beberapa konsep pengukuran ketersediaan yang sering digunakan. Pengukuran tersebut antara lain:
Untuk mengetahui potensi atau kapasitas sumber daya guna menghasilkan barang dan jasa dalam jangka waktu tertentu.
Konsep pengukuran berkelanjutan di mana ketersediaan sumber daya diukur berdasarkan kemampuannya untuk menyediakan kebutuhan bagi generasi kini dan juga generasi mendatang.
Kemampuan sumber daya alam dapat pulih untuk menyerap limbah akibat aktivitas manusia.
Lingkungan memiliki kapasitas maksimum untuk mendukung suatu pertumbuhan organisme. Namun, pertumbuhan yang terus menerus akan menimbulkan kompetisi terhadap ruang dan makanan sampai daya dukung lingkungan tidak mampu lagi mendukung pertumbuhan.

Pemahaman terhadap sumber daya alam adalah memahami juga kapan sumber daya tersebut akan habis. Biasanya tingkat kelangkaan sumber daya alam diukur secara fisik dengan mengukur sisa umur ekonomis. Dengan berkurangnya konsumsi, ekstransi juga berkurang sehingga faktor pembagi dalam pengukuran fisik diatas menjadi kecil. Hal ini menimbulkan kesimpulan yang keliru karena seolah-olah sisa ekonomis sumber daya kemudian menjadi panjang dan sumber daya alam tidak lagi menjadi langka.
Menyadari akan kelemahan pengukuran fisik ini, Hanley (1997) menyarankan untuk menggunakan penggukuran moneter dengan cara :
Selain konsep ekonomi dan fisik, pengukuran kelangkaan sumber daya juga dapat didekati dari interaksi antara ketersedian sumber daya dan biaya ekstraksi sepanjang waktu. Dengan adanya keterkaitan ini, Hall dan Hall (1984) melihat bahwa ada empat tipe pengukuran kelangkaan, yakni :
 
Sumber daya alam merupakan faktor input dalam kegiatan ekonomi. Namun demikian, pengertian sumber daya tersebut tidak terbatas sebagai faktor input saja karena proses produksi juga akan menghasilkan output yang kemudian menjadi faktor input bagi kelangsungan dan ketersedian sumber daya alam.

Penutup

Artikel ini membahas tentang pengertian sumber daya alam, klasifikasi, dan pengukurannya. Oleh karena perspektif atau pandangan terhadap sumber daya alam pada dasarnya dapat dilihat dari perspektif Malthus maupun perspektif Ricardian, artikel ini menyajikan bagaimana pengukuran kelangkaan sumber daya alam dilihat dari kedua perspektif tersebut. Artikel ini di akhiri dengan menyajikanketerkaitan antara aktivitas ekonomi dan ketersediaan sumber daya alam.

Referensi :
Fauzi, Akhmad. 2004. Ekonomi Sumber Daya Alam dan Lingkungan. Gramedia pustaka utama. Jakarta

Rabu, 23 Februari 2011

Kesempatan Kerja dan Sumber Daya Manusia

Pendahuluan

Kesempatan kerja dan pengangguran, pada dasarnya merupakan masalah yang dihadapi oleh semua Negara, baik Negara berkembang (LDCs) maupun Negara industri maju (DCs). Walaupun intensitas masalah tersebut mungkin sekali berbeda antarnegara atau antara DCs dan LDCs karena adanya perbedaan pada faktor yang mempengaruhi, seperti laju pertumbuhan ekonomi, teknologi yang dipergunakan, dan kebijakan pemerintah. Demikian halnya dengan pendidikan dengan tenaga kerja atau sumber daya manusia.
Namun Negara berkembang seperti Indonesia, masalah ini rasanya lebih berat karena dihubungkan dengan masalah kemiskinan dan kesenjangan ekonomi. Oleh sebab itu di Indonesia, masalah kesempatan kerja seperti juga masalah kemiskinan dan kesenjangan tidak saja merupakan isu-isu ekonomi dan sosial, tetapi sudah menjadi isu politik.
Diharapkan, setelah membaca artikel ini, pembaca bisa mendapatkan suatu gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan kesempatan kerja di Indonesia selama ini dan faktor yang mempengaruhi perubahan tersebut.

Isi
·         Angkatan kerja, tenaga kerja, dan tingkat partisipasi tenaga kerja
Tenaga kerja adalah bagian dari penduduk, baik yang bekerja maupun mencari kerja, yang masih mau dan mampu untuk melakukan pekerjaan. Besarnya pertumbuhan angkatan kerja setiap tahun sangat tergantung pada besarnya pertumbuhan penduduk secara kumulatif setiap tahun.
Jumlah angkatan kerja di masa depan tidak hanya tergantung pada jumlah penduduk, tetapi juga dari proporsi penduduk yang sudah masuk usia kerja dan tingkat partisipasi angkatan kerja di dalam pasar tenaga kerja serta perubahannya setiap tahun.
Semakin banyaknya wanita masuk ke pasar tenaga kerja terutama disebabkan oleh tingkat pendidikannya yang semakin baik dan kesempatan kerja bagi kaum wanita semakin besar.terutama dalam sektor jasa di pemerintahan, perdagangan dan pelayanan umum, serta kegiatan agrobisnis merupakan sumber penting yang member kesempatan kerja besar terhadap angkatan kerja wanita.

·         Pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja
Pertumbuhan ekonomi pada periode 1980-an mempunyai dampak positif bagi peningkatan kesempatan kerja pada periode tersebutdi Indonesia.
1.    Pasar tenaga kerja di dalam model ekonomi makro
Kesempatan kerja dalam pengertiannya termasuk lapangan pekerjaan yang sudah diduduki dan masih lowong. Dari lapangan pekerjaan yang masih lowong tersebut timbul kebutuhan tenaga kerja yang datang. Adanya kebutuhan tersebut, berarti ada kesempatan kerja bagi orang yang menganggur. Diantaranya yang paling utama adalah prospek usaha atau pertumbuhan output dari perusahaan yang meminta tenaga kerja, ongkos tenaga kerja atau gaji yang harus dibayar, dan harga dari faktor produksi lainnya.
2.    Progres teknologi, produktifitas, dan kesempatan kerja
Hubungan antara perubahan jumlah output dengan perubahan jumlah tenaga kerja yang bekerja sangat ditentukan oleh teknologi, selain oleh faktor lainnya, seperti tingkat pendidikan formal atau keterampilan tenaga kerja dan rasio harga faktor produksi. Hubungan tersebut sifatnya bisa proporsional, progresif, atau regresif. Proporsional, bila laju pertumbuhan output sama seperti laju pertumbuhan kesempatan kerja atau elastisitas output dari kesempatan kerja adalah satu. Progresif, bila elastisitas tersebut lebih besar daripada satu. Regresif, bila laju pertumbuhan kesempatan kerja lebih kecil daripada laju pertumbuhan output. Jadi, rasio pertumbuhan kesempatan kerja dengan laju pertumbuhan output ditentukan oleh sifat pertumbuhan output itu sendiri yang dipengaruhi oleh teknologi yang terkandung di dalamnya. Di Indonesia hal ini menjadi suatu masalah serius dalam memilih antara meningkatkan kesempatan kerja sepenuhnya, melihat kenyataan bahwa jumlah angkatan kerja di tanah air sangat banyak dan pertumbuhannya setiap tahun tinggi, atau meningkatkan kesempatan kerja yang produktif, melihat kenyataan bahwa pendapatan atau kesejahteraan tenaga kerja yang bekerja pada khususnya dan sebagian masyarakat pada umumnya masih rendah.

·         Sumber daya manusia
Saat ini , kehidupan manusia yang sudah jauh lebih modern daripada dua puluh atau tiga puluh tahun yang lalu, pendidikan tidak lagi hanya sebagai salah satu kebutuhan pokok untuk melakukan proses produksi ekonomi, tetapi sudah merupakan suatu basic human need bagi setiap individu untuk memenuhi kebutuhan utama lainnya. Pendidikan, sekarang juga harus dilihat sebagai suatu kegiatan atau sektor ekonomi yang memiliki kebutuhan akan input, proses produksi, dan menghasilkan suatu nilai tambah seperti halnya sektor ekonomi lainnya.
Dalam hal kontribusi pendidikan sebagai salah satu sektor ekonomi, diperlukan integrasi sepenuhnya antara sektor pendidikan dengan sektor lainnya agar mencapai suatu nilai tambah ekonomi yang tinggi dengan tingkat pengangguran serendah mungkin. Masalah ini bisa dilihat pada beberapa hal. Pertama, tingkat pengangguran baik yang terselubung maupun yang terbuka, masih tinggi. Kedua, banyak tenaga kerja yang tidak sesuai dengan keahlian mereka. Demikian juga diperkirakan bahwa selama Repelita VI ketidakseimbangan antara tenaga kerja yang dihasilkan oleh sistem pendidikan nasional dan yang dibutuhkan lapangan kerja tetap besar.
1.    Perubahan tingkat pendidikan
Keadaan pendidikan dari angkatan kerja Indonesia yang rendah ini menjadi salah satu penyebab utama rendahnya tingkat produktifitas tenaga kerja di Indonesia, khususnya di sektor informal, disbanding Negara tetangga, yang tingkat pendidikan tenaga kerjanya rata-rata di daerah perkotaan lebih tinggi dan laju pertumbuhannya lebih cepat dibandingkan dengan daerah pedesaan. Perbedaan ini terutama disebabkan oleh dua faktor, yakni di daerah perkotaan fasilitas pelayanan pendidikan jauh lebih baik dan tingkat pendapatan riil rata-rata per kapita lebih tinggi daripada di daerah
2.    Faktor-faktor penyebab rendahnya tingkat SDM
Salah satu penyebab utama tingkat pendidikan masyarakat rata-rata di Indonesia masih rendah adalah tingkat pendapatan atau faktor kemiskinan. Faktor lain dari sisi permintaan yang menyebabkan tingkat pendidikan rata-rata dari sebgaian besar masyarakat di Indonesia masih rendah, antara lain kurang motivasi atau kemauan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih baik (tinggi), kesehatan atau kondisi jasmani dan fisik yang tidak mengizinkan, serta kesempatan yang tidak ada yang disebabkan, selain orang tua tidak mampu membiayai, oleh peperangan, musibah, dan faktor-faktor sosial, agama, dan kultur.

Penutup

Artikel ini telah membahas dua isu penting yang erat kaitannya dengan kesejahteraan masyarakat di Indonesia, yakni kesempatan kerja dan tingkat pendidikan. Keterbatasan sektor manufaktur dan sektor formal lainnya di luar sektor pertanian dan sektorpertambangan untuk menampung perpindahan tenaga kerja tersebut, di satu pihak, dan tingkat pendidikan tenaga kerja rata-rata masih relative rendah, di lain pihak, menimbulkan jumlah pengangguran yang tinggi di Indonesia saat ini, khususnya setengah pengangguran.
Masalah pendidikan atau SDM sangat erat kaitannya dengan masalah kesempatan kerja dan produktifitas tenaga kerja yang juga masih relative rendah dibandingkan Negara-negara tetangga di Asia. Tidak saja tingkat pendidikan rata-rata sebagian besar angkatan kerja yang rendah akan mempersulit mereka untuk tidak bisa mendapatkan pekerjaan di sektor modern, seperti industri, bank dan keuangan, tetapi juga tingkat SDM masyarakat Indonesia secara keseluruhan yang masih relative rendah akan mempersulit perekonomian nasional untuk bisa menghadapi persaingan di dalam perekonomian dan perdagangan dunia yang akan semakin kuat, khususnya di dalam era globalosasi dan perdagangan bebas dunia.
Menghadapi masalah ini, sebaiknya pengembangan SDM di Indonesia harus mendapat prioritas utama dalam proses pembangunan nasional dan seharusnya dilakukan sebelum Repelita I dimulai, seperti yang dilakukan oleh Negara-negara Asia yang berhasil dalam pembangunannya, seperti Jepang, Taiwan, dan Singapura. Usaha pemerintah selama ini untuk menghilangkan pengangguran, kemiskinan, dan kesenjangan di tanah air tidak akan berhasil dengan baik tanpa mengubah kebijakan di sektor pendidikan dan reformasi sistem pendidikan nasional. Perubahan ini juga terasa semakin diperlukan untuk menghadapi perubahan teknologi dan perdagangan dunia yang semakin cepat saat ini, terutama di masa yang akan datang. Perubahan ini perlu dilaksanakan secepatnya mengingat dampak perubahan sistem pendidikan, terutama terhadap peningkatan kualitas SDM, memerlukan waktu yang cukup lama, munglin satu generasi.   


Referensi :
Tambunan, Tulus T. H. “Perekonomian Indonesia”. Ghalia Indonesia. Jakarta. 1996
  

Senin, 21 Februari 2011

Perdagangan dan Lingkungan

Pendahuluan

Meningkatnya integrasi perekonomian dunia melalui perdagangan bebas dan aliran modal telah menimbulkan perbedaan diantara Negara-negara di dunia karena perbedaan regulasi domestic.bahkan ketika batas wilayah pengawasan modal perdagangan semakin demikian tipis maka perbedaan peraturan domestic akan berdampak pada hilangnya batas antarnegara. Peningkatan perhatian pada regulasi domestic dan dampaknya pada perdagangan dilakukan secara terus menerus sehingga perhatian terhadap lingkungan dunia juga meningkat.
Perdagangan dan lingkungan merupakan isu yang krusial saat ini karena meningkatnya pendapatan dan adanya tuntutan akan standar lingkungan yang lebih tinggi seiring dengan meningkatnya pendapatan. Eksternalitas lingkungan modal timbul karena konsumsi atau produksi privat memiliki dampak eksternal terhadap aspek yang lain. Dalam hal ini biaya atau keuntungan privat berbeda dengan biaya atau keuntungan sosial sehingga terjadi efek spillover pada masyarakat. Eksternalitas lingkungan dapat dikategorikan ke dalam tiga bentuk, yaitu lokal, transnasional dan global. Adanya beberapa persetujuan multilateral yang berhubungan dengan isu lingkungan yang juga memiliki konsekuensi perdagangan. Persetujuan tersebut dilaksanakan dengan fokus pada aspek lingkungan yang disetujui dalam persetujuan dan kemudian memastikan bahwa rencana perdagangan mendukung persetujuan dan protokolnya.

Isi
·         Konflik antara perdagangan dan lingkungan
Konflik antara perdagangan dan lingkungan disebabkan oleh tiga alasan. Pertama, perdagangan dan kebijakan perdagangan berdampak pada lingkungan karena mereka mengubah produksi dan konsumsi suatu Negara. Perdagangan menyebabkan suatu Negara menspesialisasikan produksi atas suatu produk sesuai dengan sumberdaya yang dimiliki. Liberalisasi perdagangan tidak hanya mengubah  pendapatan dan tingkat konsumsi tetapi juga lokasi produksi. Jika perubahan pada konsumsi atau produksi menghasilkan eksternalitas lingkungan maka perdagangan akan dilihat sebagai suatu awal menuju kea rah terjadinya degradasi.
Beberapa masalah lingkungan yang terjadi berkaitan dengan meningkatnya perdagangan disebabkan oleh hak kepemilikan dari sumber daya alam yang belum tetap. Apabila property right tidak estabilitas maka perilaku produsen dan konsumen menjadi tidak efisien jika dilihat dari sudut pandang sosial.
Konflik kedua terjadi antara perdagangan dan lingkungan karena kebijakan lingkungan di suatu Negara dapat berdampak ke negara lain melalui perdagangan. Setiap Negara memiliki keunikan letak geografis, kapasitas asimilasi, adat atau tradisi, pendapatan dan faktor lainnya. Variasi ini menunjukkan bahwa perbedaan standar pendapatan lingkungan antarnegara adalah logis. Namun jika standar lingkungan sangat beragam maka hal itu akan mempengaruhi pola perdagangan antarnegara karena adanya keunggulan kompetitif suatu perusahaan di suatu Negara terhadap Negara lainnya.
Pada akhirnya banyak orang merasa bahwa kebijakan perdagangan merupakan cara untuk memaksa suatu Negara ke forum diskusi tentang isu lingkungan dan setuju atas aspek lingkungan dari suatu persetujuan perdagangan. Ada beberapa masalah lingkungan di dunia dimana tidak ada satupun organisasi internasional relevan yang dapat memberdayakan suatu Negara untuk membantu mengatasi masalah eksternalitas.
Para pengamat lingkungan adalah orang yang percaya bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini buruk karena meningkatnya standar hidup akan menghabiskan sumber daya alam yang langka dan akan menimbulkan polusi yang akan mengurangi kesejahteraan.
  
·         Contoh konflik lingkungan dalam perdebatan
Gruenspecht (1996) mengelompokkan isu lingkungan menjadi lima kategori berdasarkan aspek geografi, yaitu:
1.    Domestik
Isu domestik adalah permasalahan yang paling mudah karena perbedaan antara biaya/keuntungan privat dan sosial dialami oleh beberapa Negara yang mengalami masalah dengan lingkungannya.
2.    Transboundary (lintas perbatasan)
Isu transboundary terjadi ketika polusi terjadi di suatu Negara akan tetapi konsekuensinya harus ditanggung oleh Negara lain.
3.    Common property rights (hak kepemilikan)
Common property rights melibatkan sumberdaya yang dipakai bersama diantara Negara-negara karena adanya pola perpindahan. Perselisihan mengenai hal ini biasanya meliputi penangkapan ikan atau pemungutan haisl panen hewan yang melakukan migrasi melewati batas Negara.
4.    Offshore (lepas pantai)
Offshore juga menjadi isu yang sangat penting bagi pengamat lingkungan saat ini. Isu ini berkaitan dengan spesies yang langka, pemeliharaan hutan tropis, dan kualitas sumberdaya di Negara asing.
5.    Global
Isu global merupakan masalah bagi seluruh dunia dimana solusinya akan memerlukan adanya gerakan sejumlah Negara.
                                         
·         Prinsip-prinsip ekonomi dalam perdebatan perdagangan dan lingkungan
Ada beberapa prinsip ekonomi yang dapat digunakan dalam pembahasan perdagangan dan lingkungan. Sejak awal telah diketahui bahwa sebagian besar ekonom akan berpihak pada pandangan para pelaku perdagangan bebas, meskipun mereka menyadari bahwa degradasi lingkungan memerlukan biaya yang dipertimbangkan dalam setiap pengambilan keputusan, regulasi, dan kebijakan.dalam hal ini pelaku polusi bertanggung jawab untuk membayar semua kerusakan yang berhubungan dengan eksternalitas. Hal ini merupakan konsep dasar yang akan digunakan dalam bagian ini, akan tetapi satu hal yang harus diakui dalam banyak contoh, kerusakan sangat sulit untuk diukur  dan sangat sulit untuk meminta para pelaku polusi agar bersedia membayar akibat polusi yang ditimbulkan.
Pendapat yang telah sering mengemuka adalah Negara yang berkembang cenderung memiliki standar llingkungan yang lebih rendah karena mereka lebih menekankan pada pemenuhan kebutuhan. Meskpun begitu, kenyataan bahwa standar lingkungan berbeda menurut Negara dan perdagangan barang yang diliberalisasikan menjadikannya pusat perhatian di mana perbedaan ini akan mendorong perusahaan pindah dari suatu Negara ke Negara lain. Efek bersih dari perpindahan ini adalah polusi di Negara dengan standar tinggi akan berkurang karena perusahaan yang sarat dengan polusi akan keluar, sementara polusi di Negara dengan standar rendah akan meningkat.
Alasan berkurangnya polusi di Negara dengan standar tinggi adalah karena perusahaan di Negara tersebut pindah ke lokasi lain. Hal ini tentu akan menyenangkan para pengamat lingkungan, akan tetapi pegawai dibidang pembangunan ekonomi dirugikan karena hilangnya lowongan kerja. Kecenderungan yang lazim bagi Negara dengan standar tinggi adalah dengan melakukan apa saja sebisa mungkin agar perusahaan-perusahaan tersebut tidak pindah.  

·         Prinsip-prinsip penyelesaian konflik
Meskipun pajak dan subsidi langsung merupakan kebijakan ekonomi yang optimal dalam memerangi polusi, politik ekonomi dari situasi ini biasanya menghasikan suatu restriksi atau regulasi yang tergolong ke dalam tipe perintah dan kontrol. Meskipun desain kebijakan cenderung tidak efisien, ada beberapa prinsip yang dapat digunakan untuk menekan konflik dan mengurangi kemungkinan yang akan menimbulkan konfrontasi.
1.    Menggunakan target perdagangan dengan instrument perdagangan dan target lingkungan dengan instrument lingkungan. Semakin banyak kebijakan lingkungan yang menjadi target dan semakin sederajat beban perdagangan maka perdagangan maka perdagangan akan semakin baik.
2.    Kebijakan perdagangan seharusnya bertujuan untuk mengurangi hambatan perdagangan sementara kelestarian lingkungan tetap terjaga. Yang jelas tidak boleh ada pertukaran antara manfaat yang diperoleh adari perdagangan dan biaya lingkungan yang dapat menyebabkan suatu Negara bermusuhan dengan Negara lain. Pengurangan hambatan perdagangan sebaiknya terjadi tanpa menimbulkan biaya lingkungan.
3.    Kebijakan lingkungan seharusnya bermanfaat bagi lingkungan sementara perdagangan yang netral tetap terjaga. Sekali lagi tidak ada pertukaran antara manfaat lingkungan dan biaya perdagangan.
4.    Pemerintah nasional seharusnya memberikan dukungan untuk mencapai tujuan perdagangan dan kebijakan lingkungan yang sama.
Prinsip-prinsip ini sangat mudah untuk dinyatakan akan tetapi sangat sulit untuk diterapkan karena dunia saat ini sangat terintegrasi.dengan adanya persetujuan berdasarkan prinsip ini maka kewajiban yang ditanggung semakin jelas ketika degradasi lingkungan terjadi.kedua adalah kebutuhan akan tindakan serta persetujuan kolektif.  

Penutup

Kebijakan lingkungan merupakan satu-satunya kebijakan domestic yang memiliki konsekuensi perdagangan. Kebijakan non-pertanian lainnya yang memiliki konsekuensi perdagangan adalah regulasi antitrust dan standar tenaga kerja. Ekonomi saat ini telah menjadi global sehingga suatu Negara benar-benar mempunyai kepentingan atas kebijakan Negara lain.
Konflik antara perdagangan dan lingkungan disebabkan oleh tiga alasan:
1.    Perdagangan dan kebijakan perdagangan berdampak pada lingkungan karena mengubah produksi dan konsumsi suatu Negara.
2.    Kebijakan lingkungan di satu Negara dapat berdampak pada Negara lainmelalui perdagangan.
3.    Orang merasa bahwa kebijakan perdagangan merupakan salah satu cara untuk memaksa suatu Negara turut kedalam diskusi tentang isu lingkungan dan membuat mereka setuju terhadap aspek lingkungan dari persetujuan perdagangan.
Para pengamat lingkungan khawatir tentang perdagangan bebas akan membawa dampak buruk pada standar lingkungan, akan tetapi para pelaku perdagangan bebas khawatir bahwa regulasi pemerintah dalam hal ini akan membuat persaingan menjadi tidak ketat lagi. Hal ini juga akibat adanya pertentangan besar yang terjadi antara pengamat lingkungan dengan pelaku perdagangan bebas.
Masalah lingkungan yang paling dipertentangkan adalah masalah yang berhubungan dengan property rights, isu offshore, dan isu global. Dalam hal ini banyak Negara harus bersedia untuk duduk bersama dan mencari solusi yang tepat, akan tetapi mereka memiliki sumberdaya alam dan tradisi budaya yang sangat berbeda.
Analisis secara ekonomi tentang masalah lingkungan menjelaskan bahwa solusi terbaik untuk mengatasi eksternalitas lingkungan adalah membebankan pajak secara langsung pada pelaku polusi daripada secara tidak langsung melalui kebijakan perdagangan. Analisis secara ekonomi juga menunjukkan bahwa akan lebih baik bila standar lingkungan bervariasi menurut Negara tergantung pada biaya sosial marginal atas kerusakan biaya penyusutan marginal.

Referensi :
Anindita, Ratya dan Michael R. Reed. “Bisnis dan Perdagangan Internasional”. Andi-Yogyakarta. Yogyakarta. 2008

Senin, 14 Februari 2011

Penghapusan Kemiskinan dan Ekonomi Kerakyatan

Pendahuluan

Krisis moneter yang diikuti dengan krisis ekonomi dan akhirnya diikuti pula krisis politik dan sosial, bahkan krisis kepemimpinan telah benar-benar melanda Indonesia sejak tahun 1997-2001. Pada pemerintahan Habibie yang menggantikan pemerintahan Soeharto juga tidak berhasil meredam semua krisis tersebut. Mekanisme ekonomi haruslah diputuskan oleh masyarakat, organisasi-organisasi sosial dan politik, secara demokratis. Tantangannya adalah bagaimana mengoperasikan lembaga-lembaga demokratis tersebut. Dengan kata lain bagaimana pemberian otonomi ketingkat daerah harus dapat direalisasikan dengan pengurangan kekuasaan ditingkat pusat.

Isi
• Perekonomian Indonesia
Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrim tersebut.
Selain faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
• Kebijakan ekonomi dan pembangunan
Kemiskinan belum pernah lepas seluruhnya dari Indonesia, karena kemiskinan dapat dinyatakan secara absolut maupun secara relatif. Secara relatif mudah dimengerti karena dalam suatu masyarakat selalu ada kelompok yang kaya dan kelompok yang miskin. Secara absolut tidak ada keharusan bahwa dalam suatu masyarakat ada kelompok masyarakat miskin. Memang kedua masalah kemiskinan tersebut semuanya adalah penting. Kita lihat sekarang data mengenai penduduk miskin dan kemiskinan yang ada di Indonesia. Batas garis kemiskinan dapat didekati dengan dua cara yaitu dengan melihat jumlah kalori yang di konsumsi seseorang atau dengan melihat penghasilan per kapita masyarakat.
Kebijakan pemerintah yang ada sejak Kabinet Reformasi Pembangunan tidak mencerminkan adanya kemauan untuk mendorong kegiatan usaha yang menguntungkan secara makro maupun secara mikro.

• Otonomi daerah
Dalam kehidupan yang modern sekarang ini tidak mungkin suatu daerah akan menutup diri dan memenuhi semua kebutuhannya dari daerahnya sendiri. Perekonomian daerah itu bersifat terbuka. Hubungan perdagangan dan komunikasi akan membuka suatu daerah tertentu dan kebutuhan penduduknya akan dapat saling dipenuhi dengan cara tukar-menukar barang dan jasa. Daerah yang banyak uang tentu akan membeli barang-barang dari daerah lain yang tidak tersedia di daerahnya, atau ada namun yang kualitasnya lebih baik. Demikian juga dengan sumber daya manusia. Daerah yang memiliki sumberdaya manusia yang memadai tentu akan dapat menolong daerah lain yang mengalami kekurangan tenaga kerja, baik tenaga terdidik, tenaga terampil, maupun tenaga kasar.

• Pembangunan berbasis pertanian
Pembangunan berarti melakukan perubahan dengan tujuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik bagi semua warga masyarakat yang ada. Pada masa orde baru memang masyarakat konglomerat ini diciptakan sebagai lokomotif untuk menarik gerbong pembangunan di Indonesia. Para konglomerat mendapatkan fasilitas khusus dari pemerintah. Bangsa Indonesia kemudian mengalami krisis yang bersifat multidimensi, mulai dari krisis moneter, krisis ekonomi, dan akhirnya menjadi krisis kepemimpinan dan krisis moral total.
Merupakan hal yang sangat ironis karena Negara kita yang kaya akan lahan dan sumber daya alam serta tenaga kerja, justru harus mengimpor hasil-hasil pertanian dari Negara-negara lain. Strategi industrialisasi pada umumnya dibedakan menjadi strategi substitusi impor dan startegi ekspansi ekspor. Untuk mengembangkan perekonomian Indonesia adalah tidak salah kalau kita memilih strategi substitusi impor untuk produk-produk pertanian, karena jelas pasarnya sudah tersedia.dengan adanya pasar siap menyerap produk-produk pertanian itu, maka timbul keuntungan yang siap untuk ditabung dan diinvestasikan kembali. Dengan mengekspor barang produksi pertanian, maka akan diperoleh devisa atau valuta asing. Bahkan dapat terjadi pula bahwa pada saat ini atau bahkan sebelumnya ada daerah yang sudahmengekspor hasil-hasil pertaniannya ke luar negeri. Hal ini justru harus dipertahankan atau kalau bisa ditingkatkan agar penerimaan devisa Negara dan daerah juga meningkat.
Strategi pembangunan pertanian agar dapat mencapai hasil yang diharapkan dijelaskan oleh A.T. Mosher pada tahun 1960-an sebagai berikut:
1. Tersedianya pasar untuk hasil produksi pertanian
2. Terdapat pengembangan teknologi
3. Tersedia sarana produksi
4. Terdapat jamianan harga yang memadai
5. Tersedianya angkutan secara baik

• Ekonomi kerakyatan
Ekonomi kerakyatan adalah sistem ekonomi yang berbasis pada kekuatan ekonomi rakyat.Dimana ekonomi rakyat sendiri adalah sebagai kegiatan ekonomi atau usaha yang dilakukan oleh rakyat kebanyakan (popular) yang dengan secara swadaya mengelola sumberdaya ekonomi apa saja yang dapat diusahakan dan dikuasainya, yang selanjutnya disebut sebagai Usaha Kecil dan Menegah (UKM) terutama meliputi sektor pertanian, peternakan, kerajinan, makanan, dsb., yang ditujukan terutama untuk memenuhi kebutuhan dasarnya dan keluarganya tanpa harus mengorbankan kepentingan masyarakat lainnya.
Dalam setiap masyarakat, telah terdapat kelompok-kelompok pelaksana ekonomi. Menurut David Ricardo dalam perekonomian terdapat kelompok pemilik tanah. Dalam perkembangan yang dikaitkan dengan pembagian hasil produksi, pemilik tanah mendapatkan sewa tanah, pemilik kapital mendapatkan bunga dan laba, dan buruh mendapatkan upah. Dimana pembagian itu semakin menguntungkan pemilik tanah.

Penutup
• Kesimpulan
Bahwa otonomi daerah yang mengandalkan pada perencanaan, pelaksanaan, dan pembiayaan sendiri kegiatan-kegiatan di daerah sangat dimungkinkan untuk memberikan kesejahteraan yang lebih tinggi kepada warga masyarakat di daerah yang bersangkutan. Otonomi daerah jangan diartikan sebagai merdeka lepas dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi justru dengan otonomi daerah itu kerja sama antar daerah harus semakin ditingkatkan.
Ekonomi kerakyatan menuntut adanya kerjasama serta peningkatan semangat gotong royong antar berbagai pihak yang terlibat dalam suatu kegiatan. Hubungan majikan buruh diganti dengan hubungan antara sesama partner kerja.
Ekonomi kerakyatan yang berbasis pertanian akan dapat menopang pelaksanaan otonomi daerah, karena sebagian besar rakyat adalah petani. Sektor pertanian bukan sektor yang lemah, tetapi justru merupakan sektor yang tangguh dalam menghadapi gelombang resesi ekonomi. Sektor pertanian memiliki pasar yang luas dan merupakan sektor substitusi impor saat ini yang pasarnya sudah tersedia.
Oleh karena itu membangun sektor pertanian akan lebih mudah daripada membangun sektor lain yang masih harus mencari pasar produknya. Sektor pertanian memerlukan keberpihakan pemerintah khususnya dalam menyediakan pasar, sarana produksi, perkembangan teknologi, serta jaminan harga produk hasil-hasil pertanian, maupun pengankutan hasil dan sarana produksi yang diperlukan. Lebih lanjut lagi pemerintah harus meninjau kembali pemilikan tanah di negeri ini, sebab pemilikan atas tanah merupakan sumber pendapat yang utama dimana saja.

Referensi :
- Suparmoko, “Ekonomi Publik Untuk Keuangan dan Pembangunan Daerah”, andi, Yogyakarta, 2001.
- http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian
- http://succesary.wordpress.com/2008/12/10/sistem-ekonomi-kerakyatan/

Jumat, 28 Januari 2011

Strategi dan Peluang Bisnis

Status sebagai karyawan suatu perusahaan besar, mungkin bisa menjadi kebanggaan bagi Anda. Atau Anda yang sudah mempunyai posisi cukup matang, dan penghasilan yang lumayan besar. Namun, keinginan memulai usaha sendiri sering muncul di benak sebagian orang. Bisa mengerjakan sesuatu yang Anda sukai dan mengatur ritme kerja sesuai keinginan memang menggiurkan. Sedangkan bagi Anda yang telah menjalankan usaha, tentunya dapat bertahan menjalankan usaha merupakan tantangan tersendiri.
Namun memulai usaha baru, atau bagi Anda yang sudah berkecimpung lama di dunia bisnis, tentunya sudah merasakan betapa perlu perjuangan berat jika ingin bertahan dan mencapai kesuksesan. Apalagi, jika bisnis yang Anda jalankan tersebut sama dengan dengan kebanyakan orang. Mau tak mau Anda harus melakukan banyak inovasi agar tidak tergusur oleh yang lain. Harus pula menjadi yang berbeda dari kebanyakan orang, walaupun bukan yang pertama.
Bagi Anda yang ingin tetap survive menjalankan bisnis Anda, berikut tips untuk mampu survive dalam dunia bisnis:
* Tentukan Brand dan Positioning Produk.
Brand dan positioning tersebut haruslah yang sesuai dengan target market dan dapat mewakili karakteristik dari barang yang diproduksi. Brand aksesori untuk remaja misalnya, tentunya harus dapat mewakili jiwa dan cita rasa remaja.
* Tentukan Lokasi Penjualan.
Lokasi penjualan ditentukan oleh lokasi calon pembeli. Calon pembeli harus mudah mencapai lokasi penjualan sehingga strategi pemasaran dapat berjalan dengan baik.
* Dekati Calon Pembeli Dengan Perkenalan Brand dan Positioning Produk.
Bisa dengan mengikuti event semacam bazar, membuat website, menyebarkan flyers atau brosur, hingga membuat iklan dan memuatnya di media cetak maupun elektronik.
* Buat Penawaran Menarik.
Di bulan-bulan pertama sebaiknya dibuat beberapa penawaran yang dapat menarik minat calon pembali untuk mencoba menggunakan produk. Ubah penawaran pada waktu-waktu tertentu hingga posisi brand dan positioning kuat di benak calon pembeli. Saat brand dan positioning produk sudah mulai dikenal, bukan berarti keadaan sudah aman. Justru saat inilah kondisi mulai berbahaya karena pesaing pun sudah mulai mengenal Anda.
* Network.
Perluas jaringan dengan membuka hubungan. Misalnya dengan meminjamkan produk menjadi properti dalam majalah, mensponsori event yang sesuai dengan segmen konsumen, atau membuka lokasi penjualan baru. Dengan begitu, konsumen akan tambah mengenal produk Anda.
* Mengembangkan Usaha.
Jika di awal Anda merintis usaha, segmentasi target market Anda adalah remaja, Anda boleh saja merambah ke segmen wanita dewasa. Selama jenis usaha dan jenis produknya tidak jauh berbeda, Anda tinggal menyesuaikan strategi marketing yang sudah ada.
* Kuatkan hati.
Kerja keras dan Pantang Menyerah. Menjalankan usaha sendiri tentunya cukup melelahkan, menyita waktu dan pikiran. Sementara orang lain memperoleh penghasilan tetap setiap bulan, Anda harus memikirkan berbagai pengeluaran. Inilah seni dari menjalankan usaha sendiri. Kuatkan hati, kerja keras dan pantang menyerah.
* Nama Brand Usaha.
Last but no least, jangan pernah memilih nama brand yang sama persis dengan nama brand lain yang telah ada.
Tumbuhkan kembali semangat bisnis. Saat ingin mencari sesuatu yang berbeda dari yang lainnya, cukup banyangkan padang rumput yang penuh dengan ilalang berbunga coklat dan berdaun hijau. Sangat indah. Namun lama kelamaan Anda kan merasa bosan. Karena ya begitu-begitu saja, tidak ada yang menarik. Coba seandainya ada ilalang yang berbunga merah dan berdaun kuning, tentu akan menjadi pemandangan yang berbeda. Dan Anda berusaha ingin tahu ilalang tersebut lebih dekat. Hal ini juga berlaku didunia bisnis.
Ingin mulai berbisnis tapi takut gagal? Wajar saja jika anda takut berbisnis, karena -pada kenyataannya- memang lebih banyak yang gagal dibandingkan yang sukses. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengurangi resiko gagal berbisnis.
Jadikan hobi sebagai bisnis. Diperlukan komitmen dan ketekunan secara terus menerus untuk membangun bisnis. Jika yang dikerjakan itu hobi, pastinya bisnis anda akan menjadi hal yang menyenangkan dan dikerjakan tanpa mengenal waktu atau lelah.
Jeli melihat penawaran investasi bisnis. Jangan terburu-buru mengambil keputusan untuk berinvestasi hanya karena tergiur dengan besarnya keuntungan yang dijanjikan. Bila perlu, mintalah rekomendasi dari konsultan bisnis yang terpercaya.
Buat perencanaan bisnis. Biarpun hanya di selembar kertas, tulislah apa yang ingin dicapai di bisnis anda dan langkah-langkah yang akan diambil untuk mencapai tujuan tersebut.
Anggaran bisnis. Perhitungkan anggaran yang diperlukan untuk memulai bisnis, operasional sampai akhirnya bisnis itu diperkirakan bisa menghasilkan keuntungan. Siapkan juga dana cadangan untuk berjaga-jaga dari hal yang tak terduga.
Kompetitor. Cari tahu siapa kompetitor bisnis anda dan pelajari bagaimana cara mereka menjalankan bisnis.
Jadilah unik. Setelah mempelajari atau menganalisa kompetitor, jadikan bisnis anda “unik”. Bukan cuma produk yang bisa unik, unik juga bisa dari cara promosi, pelayanan, nama, dll.
Target pasar. Tentukan target pasar dan pastikan bahwa bisnis anda memang sangat diperlukan oleh target pasar tersebut.
Happy problem. Siapkan diri anda untuk mengatasi segala masalah yang pasti akan muncul di sepanjang perjalanan anda menuju sukses. Di sinilah letak perbedaan antara orang sukses dan orang gagal. Yang membedakan adalah cara bagaimana orang tersebut menghadapi masalah yang datang.
Orang sukses menghadapi masalah sebagai happy problem atau tantangan untuk bisa mencapai sukses yang lebih besar. Mereka selalu berusaha kreatif mencari solusi untuk "menjinakkan" tantangan. Karena, mereka yakin semua masalah pasti ada solusinya.
Bisnis merupakan kegiatan yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, manusia, maupun organisasi. Bisnis terdiri dari berbagai macam tipe, dan, sebagai akibatnya, bisnis dapat dikelompokkan dengan cara yang berbeda-beda.
Tujuan bisnis merupakan hasil akhir yang ingin dicapai oleh para pelaku bisnis dari bisnis yang mereka lakukan dan merupakan cerminan dari berbagai hasil yang diharapkan bisa dilakukan oleh bagian-bagian organisasi perusahaan (produksi, pemasaran, personalia, dll) yang akan menentukan kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Perubahan dan inovasi sangat diperlukan dalam bisnis terutama dalam menghadapi perubahan lingkungan bisnis yang cepat. Hakikatnya adalah untuk memberi kepuasan bagi konsumen karena adanya perubahan lingkungan, seperti pendapatan, ternd atau model, gaya hidup, dan perkembangan teknologi.
Yang namanya bisnis pastilah ada persaingan di dalamnya, tak terkecuali bisnis di internet. Dari waktu ke waktu, tahun berganti tahun nampaknya potensi dan peluang bisnis internet semakin diminati.
Perkembangan teknologi yang melaju begitu cepat menjadi sinyal bahwa agar bisa mengikuti kemajuan, orang harus segera mengupgrade kemampuannya untuk bisa bersaing secara lebih luas.
Mereka yang dulu mempunyai usaha konvensional sekarang mulai melebarkan sayap ke ranah internet. Tidak hanya dari kalangan ke atas menengah saja, kalangan bawahpun tak sedikit yang ikut andil peruntungan di dalamnya.
Maka sudah tidak heran jika dahulu hanya segelintir orang semacam mereka yang pandai berkoding saja yang bisa membuat website, sekarang orang awampun juga bisa melakukannya tanpa harus mengerti bahasa pemograman sekalipun.
Apalagi sekarang pemerintah Indonesia mengkampanyekan program melek teknologi bagi rakyatnya. Ini bisa dilihat dengan tersebarnya koneksi internet yang mulai merambah ke plosok-plosok daerah. Bahkan lembaga-lembaga yang dulunya belum terjamah internetpun sekarang sudah ada.
Memanfaatkan perkembangan tersebut, banyak orang yang mendapat celah dan bisa mengambil peluang untuk mereka jadikan lahan mencari penghasilan dan jadilah mereka ikut nimbrung dan meramaikan pasar bisnis internet. Maka mau tidak mau, persaingan itu pasti ada dan harus dihadapi.
Sebenarnya untuk menghadapi persaingan bisnis internet yang begitu ketat bukanlah dengan sama-sama melawan arus dengan ikut-ikutan mencoba hal yang sama dengan bisnis yang sudah lebih maju dahulu. Melainkan dengan memodel apa yang telah ada.
Karena jika jika ikut-ikutan latah ingin bersaing dengan mereka, tentulah akan menjadi sulit apalagi mereka telah mempunyai brand di mata konsumen.
Setiap pebisnis internet sendiri memiliki bidang kelebihan masing-masing, jadinya untuk menghadapi persaingan bisnis itu sendiri juga harus menyesuaikan dengan bidang yang digeluti.
Sebagai contoh, menarik sekali membaca ebook terbaru pengalaman menang kontes SEO bapak Kusuma Putra dalam ebooknya rahasia search engine. Di dalamnya kurang lebih disebutkan, bahwa untuk memenangi persaingan kontes tersebut, tidaklah harus “menyikut” lawan, melainkan sebaliknya, yakni “menggandeng” mereka.
Dalam hal ini adalah saling tukar menukar link yang pada kesempatan itu saya pribadi juga bertukaran link dengan beliau dan hasilnyapun kelihatan di akhir kontes, kami berdua menjadi pemenang walau posisinya harus berbeda. Meskipun begitu, tidak sedikit orang yang bersikukuh tidak mau melakukan cara demikian.
Bahkan ketika dalam kontes SEO Astaga.com, ada saja orang juga peserta kontes melakukan metode blackhat dengan mengcopy paste artikel peserta lain yang sudah mendapat posisi baik di Google, tujuannya adalah tentu saja untuk menjatuhkan peserta tersebut dari posisinya agar dianggap duplicate content oleh search engine. Tapi sayang cara demikian tidak manjur karena terbukti blog sang peserta tersebut masih kokoh di posisi atas.
Dan dengan men-duplicate content bukanlah satu-satunya jalan untuk menjatuhkan lawan demi memenangkan persaingan, malahan dengan citra demikian justru akan menjatuhkan diri sendiri yang akan berbuntut pada citra buruk yang berimbas pada bidang bisnis yang digeluti.
http://www.benih.net/lifestyle/dunia-kerja/tips-bertahan-dan-sukses-di-dunia-usaha.html
http://www.dexton.adexindo.com/artikel-juli5-agar-sukses-berbisnis.html
http://kuncimarketing.com/bagaimana-menghadapi-persaingan-bisnis-internet-yang-semakin-ketat-membuat-rival-anda-bertekuk-lutut/#more-845